Example of Active Passive, Conditional Sentence, and Adjective Clause

08.28 Edit This 0 Comments »

Active / Passive Overview


Active Passive
Simple Present
Once a week, Tom cleans the house.
Once a week, the house is cleaned by Tom.
Present Continuous
Right now, Sarah is writing the letter.
Right now, the letter is being written by Sarah.
Simple Past
Sam repaired the car.
The car was repaired by Sam.
Past Continuous
The salesman was helping the customer when the thief came into the store.
The customer was being helped by the salesman when the thief came into the store.
Present Perfect
Many tourists have visited that castle.
That castle has been visited by many tourists.
Present Perfect Continuous
Recently, John has been doing the work.
Recently, the work has been being done by John.
Past Perfect
George had repaired many cars before he received his mechanic's license.
Many cars had been repaired by George before he received his mechanic's license.
Past Perfect Continuous
Chef Jones had been preparing the restaurant's fantastic dinners for two years before he moved to Paris.
The restaurant's fantastic dinners had been being prepared by Chef Jones for two years before he moved to Paris.
Simple Future
will

Someone will finish the work by 5:00 PM.
The work will be finished by 5:00 PM.
Simple Future
be going to

Sally is going to make a beautiful dinner tonight.
A beautiful dinner is going to be made by Sally tonight.
Future Continuous
will
At 8:00 PM tonight, John will be washing the dishes.
At 8:00 PM tonight, the dishes will be being washed by John.
Future Continuous
be going to
At 8:00 PM tonight, John is going to be washing the dishes.
At 8:00 PM tonight, the dishes are going to be being washed by John.
Future Perfect
will
They will have completed the project before the deadline.
The project will have been completed before the deadline.
Future Perfect
be going to
They are going to have completed the project before the deadline.
The project is going to have been completed before the deadline.
Future Perfect Continuous
will
The famous artist will have been painting the mural for over six months by the time it is finished.
The mural will have been being painted by the famous artist for over six months by the time it is finished.
Future Perfect Continuous
be going to
The famous artist is going to have been painting the mural for over six months by the time it is finished.
The mural is going to have been being painted by the famous artist for over six months by the time it is finished.
Used to
Jerry used to pay the bills.
The bills used to be paid by Jerry.
Would Always
My mother would always make the pies.
The pies would always be made by my mother.
Future in the Past
Would
I knew John would finish the work by 5:00 PM.
I knew the work would be finished by 5:00 PM.
Future in the Past
Was Going to
I thought Sally was going to make a beautiful dinner tonight.
I thought a beautiful dinner was going to be made by Sally tonight.



Adjective Clause

I love my new watch.


George gave me a leather wallet.

Elvis Presley was a famous singer.

She just bought a blue car.

I just bought the you recommended book.

Frank is the taught me how to cook chef.

Snowmobiles are you can ride on the snow cars.

I just bought the book you recommended.

Frank is the chef taught me how to cook.

Snowmobiles are cars you can ride on the snow.


Conditional Sentence


Examples of real conditional sentences expressing facts:

If water boils, it turns to steam.

If water boils, it will turn to steam.

Examples of real conditional sentences expressing habitual activities:

If he eats breakfast, he feels better all day.

If he eats breakfast, he will feel better all day.

If he ate breakfast, he felt better all day.

These generalizations can also be expressed by using when or whenever instead of if:

When water boils, it turns to steam.

When he eats breakfast, he feels better all day.

When he ate breakfast, he felt better all day.


Examples of real conditional sentences expressing inferences:

If today is Wednesday, it is George’s birthday.

If I can do it, anyone can do it.

if it is raining, the streets are getting wet.

If he was at school, he saw the accident.

If today is Wednesday, it must be George’s birthday.

If I can do it, anyone must be able to do it.

if it is raining, the streets must be getting wet.

If he was at school, he must have seen the accident.

Sumber:
http://www.englishpage.com/verbpage/activepassive.html
http://www.myenglishteacher.net/adjectiveclauses.html
http://faculty.deanza.edu/flemingjohn/stories/storyReader$18

Hantu Kampus (Part: UI)

05.32 Edit This 0 Comments »
Penumpang Taksi Misterius di Gerbatama

Kisah ini gua dapetin asli dari pengemudi taksi yang ngantar gua dan teman2 pulang ke rumah teman gua di Depok setelah kita rame2 konsultasi & ngetik skripsi di Warnet dekat kampus.

Malam itu, setelah makan roti bakar 24 jam di Margonda, kita nyetop taksi dan dalam perjalanan, seperti biasa..gua nanya2 ke sopir taksi "Pak, daerah sini angker gak?"
Trus, pak sopirnya cerita tentang cewek mahasiswi (UI atau IISIP??) yang meninggal tertabrak di Gerbatama UI.
Hantunya selalu nyetop taksi yang lewat Gerbatama dan minta diantar pulang ke Bintaro.
Biasanya sopir yang ngantar disuruh nunggu depan rumah dengan alasan si mahasiswi mau ngambil duit di rumah. Tapi, setelah 1-2 jam nunggu, orangnya gak nongol2. Akhirnya pak sopir ngetok pintu rumahnya dan bicara dengan orang rumah.
Setelah diceritain kejadian tersebut, seisi rumah langsung nangis dan ayah tuh cewek ngambil uang ongkos taksi lalu ngasih ke pak sopir dan minta maaf atas peristiwa itu.
Sopir taksi yang kita tumpangi kebetulan mengalami sendiri kejadian itu. Gua dapat cerita ini sekitar tahun 2000.


Gadis yang gantung diri di Rektorat


Cerita ini gua dapat sekitar tahun 1999, dari seorang senior gua di kampus. Sebut saja namanya C.

C adalah tipe mahasiswa yang aktif di senat dan selalu berpartisipasi di setiap aktivitas kampus.
Pada suatu malam, C dan teman2 sedang sibuk mempersiapkan poster dan berbagai hiasan untuk acara 17 Agustusan.
Satu persatu anak senat pulang, tinggal C dan seorang teman bernama B yang berencana nginap di kampus karena kerjaan mereka belum selesai. Untuk itu, C dan B berencana balik dulu ke kost untuk mandi dan ambil baju, lalu kembali ke kampus untuk tidur di ruang senat setelah menyelesaikan poster dan beberapa hiasan.

C & B kemudian menumpang mobil B yang kebetulan AC-nya mati. Malam itu B nyetir dengan 2 jendela terbuka.

Mereka melewati Gedung Rektorat....dan di situlah B melihat seorang cewek, berjalan sendirian di gelap malam, saat itu udah jam 23.30. yang bikin B ngeri, cewek itu berjalan tertatih-tatih, seperti orang yang susah jalannya.....lalu kepalanya terkulai, seperti tulang lehernya patah...........B kemudian bilang ke C "lihat di pinggir trotoar depan kita...ada cewek jalan malam2 begini..."
C diam aja, karena udah mulai merinding...."lewatin yuk, gua penasaran liat mukanya"....demikian kata B.
pelan-pelan mereka mempercepat mobil. lalu B & C melirik kaca untuk melihat wajah cewek itu......wajahnya sangat pucat, matanya melotot serta lidahnya terjulur keluar berwarna kebiruan.....!!!

"Itu setan mahasiswi yang gantung diri di Rektorat!!", kata C panik.

B pun ngebut supaya mereka cepat sampai ke kost dan malam itu mereka tidak jadi nginap di kampus.

catatan:

buat warga UI pasti tau kisah mahasiswi yang gantung diri di Rektorat dan sampe sekarang masih gentayangan di kampus UI Depok.
ada beberapa versi tentang penyebab mahasiswi tersebut gantung diri, yaitu : putus dengan pacarnya atau hamil karena diperkosa. buat yang punya pengalaman serupa tentang hantu mahasiswi ini, atau tau detailsnya, seperti mahasiswi angkatan berapa dia (kalo gak salah, angkatan 90an awal ya?), jurusan apa (kalo gak salah, FISIP atau Sastra?) bisa di-post juga!


Kereta Hantu


Kereta Hantu merupakan legenda klasik warga UI Depok. Seorang teman gua yang kost di UI semasa kuliah, mengaku pernah mendengar bunyi kereta di malam hari sekitar jam 10-11 malam. Pada jam2 tersebut kereta sudah tidak lagi beroperasi, jadi itu adalah bunyi kereta hantu.


Kisah ini gua dapat sekitar tahun 2000 awal.

Pada suatu hari, ada mahasiswa UI bernama X yang malam itu berniat pulang ke rumahnya di kawasan Tebet menumpang kereta.
Karena masih merupakan mahasiswa baru, dan belum lama naik kereta..jadi X belum begitu paham seputar jam-jam operasional kereta.
Malam itu, sekitar jam 9 X tiba di Stasiun Kereta UI.
Suasana stasiun yang sepi samasekali tak membuat X curiga.
Saat kereta datang (X punya karcis abodemen bulanan), X langsung masuk ke gerbong dan mengambil tempat duduk dekat jendela.
Suasana gerbong sepi dan tidak ada tukang jualan di dalamnya, X yang baru 1-2 kali naik kereta merasa tidak aneh dengan situasi ini. Penumpang kereta lain yang menunduk dan hanya diam serta berpakaian lusuh bahkan terkesan ketinggalan jaman juga tidak membuat X merasa janggal.

Saat kereta tiba di Stasiun Tebet, X bergegas turun. Ia satu2nya penumpang yang turun.Tidak ada penumpang lain yang turun di Stasiun tersebut.

Saat berjalan, tiba-tiba langkah X dikejutkan dengan sapaan penjaga stasiun Tebet. "Dik, apa nggak capek kamu jalan kaki sepanjang rel ini?"
Lalu X menjawab "Saya tidak jalan kaki, pak! Saya naik kereta"
Bapak itu menjelaskan "Kereta tidak ada yang beroperasi di jam ini, terakhir jam 8 malam. Adik naik kereta jam berapa?"
X menjawab "Jam 21.30 pak"
Bapak itu pun menambahkan sesuatu yang membuat bulu kuduk X merinding ngeri "Masalahnya, dari tadi saya memperhatikan adik. Adik tidak naik kereta, adik berjalan kaki di atas rel"

Jadi, X tidak menyadari sama sekali kalau kereta yang ditumpanginya dari Stasiun UI menuju Stasiun Tebet adalah kereta hantu



Hantu Mahasiswi Berkebaya di Fakultas Teknik


Kisah ini gua dapat sekitar tahun 1999. Dan menurut teman yang cerita, kejadian aslinya berlangsung tahun 1991-1992an.

Saat itu, ada seorang mahasiswi Fakultas Teknik yang mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kampus menghadiri wisudanya.
Padahal mahasiswi tersebut sudah mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul untuk difoto bersama teman-temannya di hari wisuda.

Lalu setelah kejadian itu, setiap tahun, di saat Fakultas Teknik mengadakan acara wisuda, orang bisa melihat mahasiswi tersebut muncul, terkadang dia terlihat berdiri di atas balkon salah satu gedung kuliah yang menghadap ke arah lapangan.

Atau terkadang dia kelihatan berjalan di sekitar kampus...
Konon, arwah si mahasiswi tidak bisa menerima kenyataan kalau dirinya tak akan pernah diwisuda.



Hantu Ibu2 di FHUI


cerita ini gua dapet sekitar tahun 2000


Pada suatu hari, ada mahasiswa bernama X yang baru saja selesai kuliah dan membuat tugas. Nggak terasa, saat meninggalkan kampus, hari sudah maghrib dan X ingin langsung pulang ke tempat kostnya.


Namun, di depan kampus FHUI X melihat seorang ibu2 tua berpakaian Betawi (kebayaan & tutup kepala) menegur X sambil menanyakan arah jalan.

si Ibu minta ditunjukkan arah menuju salah satu gedung di FHUI. X pun memberitahukan directionsnya pada ibu tersebut.
Tiba-tiba ia teringat bahwa bukunya tertinggal di ruang kelas. Jadi X pun tidak langsung pulang melainkan kembali ke kampus untuk mengambil bukunya.
Setelah mengambil buku, Xpun ingin ke toilet.
Padahal kampus sudah sepi dan gelap. X memberanikan diri masuk ke toilet karena ingin buang air kecil.

Setelah selesai, X beranjak ingin pergi namun ia mendengar ada suara ibu2 tua yang ditemuinya tadi memanggil dirinya. Dan arah suara itu datang dari pintu toilet sebelah.

X pun melongok ke toilet yang pintunya ternyata tidak dikunci tersebut dan betapa kagetnya ia melihat kepala si ibu yang memanggil2nya tergeletak di toilet.X pun pingsan dan ditemukan oleh penjaga kampus.

Konon, ibu itu adalah penduduk sekitar yang mati dibunuh dan jasadnya dibuang di lokasi FHUI jauh sebelum Ui Depok berdiri.

Dulunya FHUI adalah hutan atau rawa2 yang tidak berpenghuni.

Kuntilanak Taman Kota

05.29 Edit This 0 Comments »

hantu_kuntilanak

Tempat terbuka yang dibangun dengan tujuan sebagai sarana umum ternyata juga dapat menjadi lokasi berkumpulnya ‘dunia lain’ jika tidak dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. Sebut saja Taman Kota Langsat, Mayestik, yang terletak di belakang pasar burung Barito Jakarta Selatan.

Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. tetapi, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.

Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat, penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo.

Setiap kali berjaga malam, Syamsuri, Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.


Sumber: http://hantuhantu.com/kuntilanak-taman-kota.html

Jakartee Kotee Keramat

05.27 Edit This 0 Comments »

Setelah sejenak berbincang tentang kota-kota berhantu dan penuh misteri yang berada di belahan dunia bagian Barat, kali ini cerita akan difokuskan pada cerita hantu-hantu ‘domestik’ yang sebenarnya lebih menakutkan dibanding dengan hantu ‘mancanegara’. Sebut saja pocong, kuntilanak, godoruwo, suster ngesot, tuyul, dan sebagainya. Nah, cerita ini akan diawali dari kota metropolis terpadat sekaligus merupakan Ibu Kota Indonesia, Jakarta.

Siapa yang menyangka, kota sepadat dan seramai Jakarta ternyata memiliki sudut-sudut gelap di antara gemerlapnya lampu ibu kota. Rumah-rumah mewah, kompleks pertokoan, jembatan, terowongan, rumah sakit, bahkan taman kota juga dapat “bercerita” tentang sisi yang tidak diketahui sembarang orang.

penjajah

Jangan pernah menyangka bahwa film-film Indonesia yang secara masal diproduksi bebersapa tahun terakhir, yang berkisah tentang hantu-hantu di berbagai wilayah Jakarta, hanya isapan jempol belaka. Kejadian-kejadian tersebut tidak akan pernah menjadi cerita bila tidak ada saksi atau sumber cerita (terlepas dari benar atau bohongnya cerita dan penambahan bagian cerita ketika cerita tersebut disampaikan secara lisan—dari mulut ke mulut).

Lipstik Diskotik Blok M, Angker karena di dalam diskotik ini Khususnya diruang kamar kecil pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang pemuda dengan julukan ‘Budi Lupus’, ia mati terbunuh dengan beberapa tikaman pisau ditubuhnya. Sosok jasadnya sering menampakan diri di dalam kamar kecil diskotik ini.

Gedung-gedung sekitar Batavia Cafe kota, Gedung-gendung disekitar Batavia Cafe dikatakan angker karena, sering telihat sosok lelaki besar berpakaian kolonial Belanda berjalan tegap melintas diantara pilar gedung-gedung tua tesebut, biasanya yang melihat adalah orang yang baru pertama kali pergi dimalam hari dan melintasi rute Jakarta Kota lewat Batavia cafe.

Selain tempat-tempat yang telah disebut, masih ada beberapa tempat yang merupakan sarana umum yang dapat diceritakan. Jembatan Kali Kalibata, Dijembatan ini bisa disebut angker oleh warga sekitar jembatan karena sering terlihat orang yang hendak bunuh diri atau bunuh diri, dan dibawah jembatan ini sering juga ditemukan mayat yang hanyut dan tersangkut pada bambu-bambu tunggak yang terdapat dibawahnya.

Lapangan Gang Tuyu (Halim), Pernah kedapatan disatu sisi lapangan tersebut seorang wanita gantung diri dibawah menara tangki air, yang menurut masyarakat setempat wanita tersebut sering menampakkan diri dengan diiringi tangis yang sangat memilukan.

Saluran air Pangkalan Ojek STEKPI Kalibata, Di saluran air yang dekat
pangkalan ojek STEKPI pernah ditemukan mayat seorang pekerja kasar (buruh) yang terkubur hidup-hidup. Kejadian ini terjadi sebelum bangunan di sekitarnya berdiri waktu itu tempat ini disebut masyarakat setempat lapangan, karena memang dulunya ada lapangan bola yang dimiliki PT Bata.

Sebuah Hotel di depan Aquarius Mahakam, Hotel ini angker karena pernah terjadi peristiwa kematian seorang wanita muda akibat bunuh diri, kata salah satu tamu hotel ini sosok wanita itu sering menampakan wujudnya di depan kamar hotel tempat ia mengakhiri hidupnya. Benar atau tidak buktikan sendiri.

Jalan Rukun Tebet Utara, Disaat hujan rintik-rintik menjelang magrib
didepan jalan rukun pernah telihat sosok lelaki bepakaian serba hitam dengan seluruh wajah ditutupi kapas dengan tangan memegang payung menatap kedepan. Kabar dari masyarakat setempat itu adalah setan salah satu warganya yang meninggal secara misterius.

Bongkaran Tanah Abang, Dilokasi rawan kejahatan ini dikatakan angker
oleh warga setempat karena sudah beberapa kali ditemukan mayat tanpa identitas, biasanya mayat tersebut akibat korban kejahatan dan pembunuhnya selalu misterius dan tdk ditemukan.

Pertigaan PT.Dupa belakang Kalibata Mall, Dilokasi ini angker karena pernah terjadi peristiwa terbunuhnya seorang model yang konon pembunuhnya sampai saat ini masih belum jelas.

Danau, tempat anak-anak biasa bermain, tempat berkumpulnya keluarga untuk menghabiskan waktu berlibur, dan sarana menyalurkan hobi memancing, ternyata tak lepas dari sorotan artikel ini. Berikut akan disajikan danau-danau apa saja yang menurut saksi mata pernah terdapat ‘hal-hal aneh’.

Danau dikawasan perkemahan Pramuka Cibubur, Danau yang berada di areal kawasan bumi perkemahan Pramuka Cibubur ini termasuk dalam katagori angker karena didanau ini pernah ditemukan mayat seorang wanita berseragam pramuka. Kabarnya sejak kejadian itu sering terlihat sosok wanita berseragam pramuka berdiam diri menghadap danau tetapi ketika di dekati wanita berseragam pramuka itu lenyap entah kemana, yang terasa hanya hembusan angin yang menerpa wajah orang yang mendekatinya.

Danau taman makam pahlawan Kalibata, Danau ini bisa dikatakan angker karena sering kejadian terlihat sosok lelaki, wanita atau anak-anak yang asyik memandang jauh ke tengah danau tapi bila kita pastikan sosok manusia tersebut sesungguhnya tidak ada. Ada kejadian lagi kalau kita memancing sendiri ditepi danau ini, kita dilihat orang sedang mincing berduaan dengan teman, sesungguhnya kita tidak dengan siapa-siapa.

Apapun yang telah anda baca dari artikel ini, semunya bermula dan bermuara pada diri anda. Anda boleh memercayai, namun, jika tidak percaya itu adalah pilihan anda. Dan apapun pilihan anda, jangan pernah melupakan, bahwa Tuhan memiliki kekuatan di atas segalanya. Kehendak-Nya, taqdir-Nya, dan perlindungan-Nya lah yang menjadikan kita semua selamat dan merasa nyaman di manapun kita berada. Jadi, bersikaplah bijaksana dengan segala informasi dan pengetahuan yang anda dapat.


Sumber: http://hantuhantu.com/category/tempat-angker

SETAN INDONESIA

05.24 Edit This 0 Comments »


Sebenarnya, dalam era globalisasi yang semakin berkembang seperti di zaman ini, setan merupakan sesuatu yang sangat aneh namun kerap terjadi. Di Indonesia, sebenarnya juga masih banyak terdapat hantu hantu yang bergentayangan dan masyarakatpun juga masih sangat mempercayainya. Kabarnya, ada beberapa macam hantu yang pernah terlihat di Indonesia, Misalnya seperti hantu pocong, hantu kuntilanak, hantu manggarai, tuyul, medi colok, dan masih banyak lagi jenis hantu yang ada dan pernah terlihat di Indonesia.

Pada dasarnya, ada sebab musabab mengapa hantu atau arwah bisa gentayangan di dunia. Pocong misalnya, hantu pocong berawal dari peristiwa kematian seseorang. Dalam prosesi mengubur, ada pihak yang lupa untuk melepaskan tali pocong dari mayat tersebut.

Sehingga, dengan keadaan mayat yang tetap tertali pocong, dia akan gentayangan mencari seseorang yang mau dan bisa melepaskan tali pocongnya. Selanjutnya, Kuntilanak adalah hantu dengan bentuk sesosok wanita dengan berbaju putih dan rambut panjang.

Sebenarnya, kuntilanak juga berangkat dari arwah mayat seseorang yang gentayangan. Mayat yang kemudian bisa menjadi kuntilanak adalah mayat seorang wanita yagng melahirkan dalam kubur. Kemudian Hantu manggarai muncul disebabkan karena terjadinya kecelakaan pada sebuah kereta api yang mana kecelakaan tersebut memakan semua penumpang sebagai korban.

Sehingga, arwah yang meninggal dalam kecelakan ini menjadi gentayangan dan menjadi hantu manggarai. Tuyul adalah hantu dalam bentuk anak laki laki kecil gundul yang mempunyai tangan sangat panjang dan bentuk wajah lonjong. Biasanya, jenis setan ini dimanfaatkan manusia untuk “pesugihan.”


Sumber: http://hantuhantu.com/jenis-setan-di-indonesia-dan-asal-usulnya-2.html

Tempat-tempat 'BERHANTU' di Jakarta

19.17 Edit This 0 Comments »
Tempat – Tempat Berhantu di Jakarta



Inilah sepuluh tempat paling menyeramkan yang melegenda di Jakarta!

RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini? Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi. Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.


TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri. Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari. Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat, yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.


RUMAH KENTANG PRAPANCA
Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu club terkemuka di daerah ini.
Fenomena: Hantu anak kecil
Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang. Apabila Anda sedang 'mujur' dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.
Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus, terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai karena disewa oleh ekspatriat.


LINTASAN KERETA BINTARO
Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro. Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.
Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam. Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.


JEMBATAN ANCOL
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun. Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.
Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat. Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat, Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu, Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.


KLENDER
Lokasi: Klender, Jak-Tim
Fenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.
Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa. Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai pertokoan, pengunjung, dan para penjarah. Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya, segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan, ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan ini dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei. Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda. Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.
Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu pertokoan di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam. Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk; yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.


TEROWONGAN CASABLANCA
Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim
Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.
Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan CasablancaCasablanca, ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan. Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk "menyapa" penghuni terowongan. Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.
Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan, ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.


LUBANG BUAYA
Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim
Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.
Sejarah: Pada 30 September 1965, ditemukan jenazah 6 brang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini. Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.
Testimonial: Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur. Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam


TPU JERUK PURUT
Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel
Fenomena: Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you're lucky, Pastur Kepala Buntung.
Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam. Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini "salah pulang". Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu, hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas se-Jakarta dan hingga kini "Sang Pastur Kepala Buntung" menjadi legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini, Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).
Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda yang bekerja di sana. Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya. Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. "Yang paling jahil itu kuntilanak-laki," tutur Asmari. Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib, yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya. Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari. Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi. Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.

RS DI JALAN SALEMBA
Lokasi: RS di Jln. Salemba, Jak-Pus
Fenomena: Suster ngesot
Sejarah: Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selai itu, banyak juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang cukup tua ini.
Testimonial: Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada yang mengetuk pos pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek, tidak ada siapa-siapa. Di UGD sering terdengar bunyi orang main air, ketika dicek juga tidak ada siapa-siapa.
Para satpam yang berjaga malam pernah menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti tersihir dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.


Sumber: http://liburan.info/content/view/94/43/lang,indonesian/

Adjective Clause

19.12 Edit This 0 Comments »
Adjective Clause
Kategori: Grammar

Adjective Clause dinamakan juga RELATIVE CLAUSE yaitu Clause (anak kalimat) yang digunakan/berfungsi sebagai adjective yang menerangkan keadaan noun atau pronoun.

Contoh:
  • I have read the book (that) you just mentioned.

    Main Clause: I have read the book.
    Subordinate Clause: (that) you just mentioned.
Anak kalimat menerangkan kata benda the book, disebut dengan Adjective Clause
  • The lesson (that) she is learning is very difficult.

    Main Clause: The lesson is very difficult.
    Subordinate Clause: (that) she is learning.
Berdasarkan pada the Antecedent yang ditunjuk oleh introductory words (kata-kata pendahulunya), Adjective Clause dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Relative Pronoun
  • Kata Ganti Orang

    Kata Penghubung yang digunakan adalah : Who, Whom, Whose, That

    Fungsi :

    a. Subjek:

    - He paid the money to the man who / that had done the work

    b. Objek Kata Kerja:

    - He paid the man whom/that he had hired.

    c. Objek Kata Depan:

    - He paid the man from whom he had borrowed the money.

    d. Kata Ganti Kepunyaan:

    - This is the girl whose picture you saw.
  • Benda, Binatang

    Kata Penghubung yang digunakan adalah:
    Which, that

    Fungsi:

    a. Subjek:

    - Here is a book which/that describes animals.

    b. Objek Kata Kerja:

    - The chair which/that he broke is being repaired.

    c. Objek Kata Depan:

    - She was wearing the coat for which she had paid $2,00.
2. Relative Adverbs

  • Waktu

    Kata Penghubung yang digunakan: when

    - This is the year when the Olympic Games are held.
  • Tempat

    Kata Penghubung yang digunakan: where

    - Here is the house where I live.
  • Alasan

    Kata Penghubung yang digunakan: when

    - Give me one good reason why you did that.
_________________________

1. Relative Pronoun

Yaitu Adjective Clause dengan memakai kata penghubung Relative Pronoun.
  • The boy is called Bob. He gave me a present.
    • The boy who gave me a present is called Bob. atau
    • The boy who is called Bob gave me a present.
Beberapa contoh Adjective Clause lainnya:
  • The boy whose radio was stolen is a student.
  • The girl whom I gave a special reward is a bright student.
  • The bike which I borrowed last week was sold.
2. Relative Adverb

Pelajaran tentang ini dibahas lebih lengkap pada Relative Clause. Hal-hal yang perlu ditambahkan di sini, yaitu:

  • Kata Why (yang menunjukkan alasan) yang menjadi Adverb penghubung, mungkin (kadang-kadang) dapat digantikan dengan that atau kadang-kadang dapat dihilangkan dalam kalimat.

    - The reason (that) I came should be obvious to you.
    - The reason (why) I came should be obvious to you.
    - The reason I came should be obvious to you.
  • When atau Where Bering dapat Baling ditukarkan dengan Preposition yang menunjukkan tempat (a preposition of Place) ditambah dengan Which.

    - The small town in which (= where) I was born has grown to a large metropolis.
    - The day on which (= when) they were to leave finally arrived.
Kadang-kadang that dapat menggantikan where atau when.
  • The day that (or when, on which) the trial was to take place was a stormy one.
  • Please suggest a good place that (or where) we can meet
Beberapa Hal Penting yang Berkaitan dengan Adjective Clause
  • Perubahan dari Adjective Clause menjadi Adjective Phrase.

    • Adjective Clause dapat dirubah menjadi Adjective Phrase yang menjelaskan noun tanpa ada perubahan arti kalimat.
    • Hanya Adjective Clause yang mempunyai subjek pronoun: who, which atau that yang dapat dirubah menjadi Adjective Phrase.
    • Adjective Clause dengan subjek: whom tidak dapat dirubah menjadi Adjective Phrase.

      Perhatikan Contoh berikut:

      a. Adjective Clause

      * The girl who is sitting next to me is Lisa.
      ==> The boy is playing the piano is Bent.

      b. Adjective Phrase

      * The girl sitting next to me is Lisa.
      ==> The boy playing the piano is Bent.
  • Cara mengubah Adjective Clause menjadi Adjective Phrase.

    (1) Subjek pronoun dan verb be dihilangkan.

    *
    Adjective Clause: The man who is talking to Taylor is from Japan.
    *
    Adjective Phrase: The man talking to Taylor is from Japan.

    *
    Adjective Clause: The ideas which are presented in that book are interesting.
    *
    Adjective Phrase: The ideas presented in that book are interesting.

    *
    Adjective Clause: Ali is the man who is responsible for preparing the budget.
    *
    Adjective Phrase: Ali is the man responsible for preparing the budget.

    *
    Adjective Clause: The books that are on the shelf are mine.
    *
    Adjective Phrase: The books on the shelf are mine.

    (2) Jika tidak ada verb be dalam Adjective Clause, seringkali subjek pronoun dapat dihilangkan dan mengubah kata kerja dalam Clause itu menjadi bentuk -ing.

    *
    Adjective Clause: English has an alphabet that consists of 26 letters.
    *
    Adjective Phrase: English has an alphabet consisting of 26 letters.

    *
    Adjective Clause: Anyone who wants to come with us is welcome.
    *
    Adjective Phrase: Anyone wanting to come with us is welcome.
  • Seringkali Adjective Clause digunakan dalam pola: noun + of which. Pola ini terutama digunakan untuk tulisan bahasa Inggris resmi (formal written English). Dalam pola ini biasanya Adjective Clause menerangkan "sesuatu".

    * We have an antique table. The top of it has jade inlay.
    • We have an antique table, the top of which has jade inlay.
    • We toured a 300-year-old house. The exterior of the house consisted of logs cemented with clay.
    • We toured a 300-year-old house, the exterior of which consisted of logs cemented with lay.
  • Adjective Clause sering digunakan untuk mengungkapkan kuantitas dengan of. Ungkapan kuantitas mendahului pronoun, dan hanya whom, which, dan whose yang digunakan dalam pola ini.

    Ungkapan kuantitas dengan "of" antara lain: some of, none of, both of, one of, many of, two of, all of, each of, most of, dll.

    * There are 20 students in my class. Most of them are from the Outside Java.
    --> There are 20 students in my class, most of whom are from the Outside Java.

    * He gave several reasons. Only a few of them were valid.
    --> He gave several reasons, only a few of which were valid.
  • Tanda Baca pada Adjective Clauses

    Pedoman umum dalam Tanda Baca pada Adjective Clauses yaitu:

    • Jangan menggunakan tanda koma bila Adjective Clause diperlukan untuk mengidentifikasi noun yang dijelaskan olehnya.
    • Gunakanlah tanda koma bila Adjective Clause hanya berfungsi untuk memberi informasi tambahan dan tidak dimaksudkan untuk mengidentifikasi noun yang dijelaskan olehnya.
      • Henry whose wife works at a bank came to my house yesterday.
      • Alex, whose wife works at a bank, came to my house yesterday.

    Keterangan:

    Contoh pertama menggambarkan bahwa Henry memiliki lebih dari 1 istri. Pada kalimat tersebut pembicara ingin mengindentifikasikan istrinya yang bekerja di Bank, bukan yang lainnya.

    Sedangkan pada kalimat kedua, kita sudah jelas, kalau Alex memiliki hanya 1 orang istri. Frase yang berada di antara koma hanya memberikan keterangan tambahan saja. Tanpa frase tersebut pun orang lain sudah mengetahuinya kalau istrinya Alex memang bekerja di sebuah Bank karena memang istrinya cuma 1 itu.

    Perhatikan contoh berikut ini untuk lebih jelasnya dalam penggunaan tanda koma dalam Adjective Clause.

    • Soekarno, who is the first President of Republic of Indonesia, could deliver speech well.
Perbedaan antara Adjective Clause dan Noun Clause

Karena adanya kesamaan dalam beberapa kata pendahulunya, maka kadang-kadang antara Noun Clause dan Adjective Clause sering membingungkan.

Ada 2 macam perbedaan yang penting antara dua jenis Clause tersebut: perhatikan contoh berikut ini:

  • Adjective Clause biasanya didahului oleh noun atau pronoun yang diterangkan.

    Adjective Clause

    • I know the house where he lives.
    (where he lives mempunyai antecedent the house, yang merupakan objek dari kata know)

    Noun Clause

    • I know where he lives.
    (where he lives adalah objek dari kata know)

Preposisi yang mendahului introductory word adalah milik Adjective Clause dan bukan milik Noun Clause.

Adjective Clause

  • The woman to whom he has been giving money is a poor relative of his.
(Adjective Clause dimulai dengan to yang merupakan bentuk a prepositional phrase dengan whom dalam Adjective Clause itu. Dan To dapat diletakkan di bagian belakang Adjective Clause. The woman, whom he has been giving money to, is a poor relative of his).

Noun Clause

  • He gives money to whoever needs it.
(The Noun Clause dimulai dengan whoever, seluruh Noun Clause itu adalah objek dari to, yang tidak dapat dipindah letaknya. Dan juga -ever- merupakan bentuk yang hanya bergandeng (mengikuti) dengan Noun Clause.


sumber: http://ismailmidi.com/berita-87-adjective-clause.html

LOVE STORY

17.57 Edit This 0 Comments »
(Taylor Swift)

We were both young when I first saw you
I close my eyes
And the flashback starts
I'm standing there
On a balcony in summer air

See the lights
See the party, the ball gowns
I see you make your way through the crowd
And say hello, little did I know

That you were Romeo, you were throwing pebbles
And my daddy said stay away from Juliet
And I was crying on the staircase
Begging you please don't go, and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet 'cause we're dead if they knew
So close your eyes
Escape this town for a little while

'Cause you were Romeo, I was a scarlet letter
And my daddy said stay away from Juliet
But you were everything to me
I was begging you please don't go and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it's real
Don't be afraid, we'll make it out of this mess
It's a love story baby just say yes
Oh oh

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around
My faith in you is fading
When I met you on the outskirts of town, and I said

Romeo save me I've been feeling so alone
I keep waiting for you but you never come
Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring

And said, marry me Juliet
You'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad, go pick out a white dress
It's a love story baby just say yes

Oh, oh, oh, oh
'Cause we were both young when I first saw you

Active and Passive Verb

04.25 Edit This 0 Comments »
  • The subject of an active sentence performs the action of the verb: "I throw the ball."

  • The subject of a passive sentence is still the main character of the sentence, but something else performs the action: "The ball is thrown by me."

1. How to Recognize Active and Passive Sentences

  1. Find the subject (the main character of the sentence).
  2. Find the main verb (the action that the sentence identifies).
  3. Examine the relationship between the subject and main verb.
    • Does the subject perform the action of the main verb? (If so, the sentence is active.)
    • Does the subject sit there while something else -- named or unnamed -- performs an action on it? (If so, the sentence is passive.)
    • Can't tell? If the main verb is a linking verb ("is," "was," "are," "seems (to be)," "becomes" etc.), then the verb functions like an equals sign; there is no action involved -- it merely describes a state of being.

2. Basic Examples

I love you.
  1. subject: "I"
  2. action: "loving"
  3. relationship: The subject ("I") is the one performing the action ("loving").

The sentence is active.

You are loved by me.
  1. subject: "you"
  2. action: "loving"
  3. relationship: The subject ("You") sits passively while the action ("loving") is performed by somebody else ("me").

This sentence is passive.

3. Difference between Passive Voice and Past Tense

Many people confuse the passive voice with the past tense. The most common passive constructions also happen to be past tense (e.g. "I've been framed"), but "voice" has to do with who, while "tense" has to do with when.


Active Voice Passive Voice
Past Tense I taught; I learned. I was (have been) taught [by someone];
It was (has been) learned [by someone].
Present Tense I teach; I learn. I am [being] taught [by someone];
It is [being] learned [by someone].
Future Tense I will teach; I will learn. I will be taught [by someone];
It will be learned [by someone].

4. Imperatives: Active Commands

A command (or "imperative") is a kind of active sentence, in which "you" (the one being addressed) are being ordered to perform the action. (If you refuse to obey, the sentence is still active.)

  • Get to work on time.
  • Insert tab A into slot B.
  • Take me to your leader.
  • Ladies and gentlement, let us consider, for a moment, the effect of the rafting sequences on our understanding of the rest of the novel.

5. Sloppy Passive Constructions

Because passive sentences do not need to identify the performer of an action, they can lead to sloppy or misleading statements (especially in technical writing). Compare how clear and direct these passive sentences become, when they are rephrased as imperative sentences

To drain the tank, the grill should be removed, or the storage compartment can be flooded.

Because they do not specify the actors, the passive verbs ("should be removed" and "can be flooded") contribute to the confusing structure of this sentence.

Does the sentence

1) offer two different ways to drain the tank ("you may either remove the grill or flood the compartment")?

...or does it

2) warn of an undesirable causal result ("if you drain the tank without removing the grill, the result will be that the storage compartment is flooded")?

Revision 1:

Drain the tank in one of the following ways:

  • remove the grill
  • flood the storage compartment
Revision 2:

1) Remove the grill.
2) Drain the tank.

Warning: If you fail to remove the grill first, you may flood the storage compartment (which is where you are standing right now).

6. Linking Verb: Neither Active nor Passive

When the verb performs the function of an equals sign, the verb is said to be a linking verb. Linking verbs describe no action -- they merely state an existing condition or relationship; hence, they are neither passive nor active.

Subject

=

Description
The door is blue.
The door was closed.
This could be the first day of the rest of my life.
She might have been very nice.

7. The Passive Voice Is not Wrong

Passive verbs are not automatically wrong. When used rarely and deliberately, the passive voice serves an important purpose.
  • When you wish to downplay the action:

    Mistakes will be made, and lives will be lost; the sad truth is learned anew by each generation.

  • When you wish to downplay the actor:
  • Three grams of reagent 'A' were added to a beaker of 10% saline solution.

    (In the scientific world, the actions of a researcher are ideally not supposed to affect the outcome of an experiment; the experiment is supposed to be the same no matter who carries it out. I will leave it to you and your chemistry professor to figure out whether that's actually true, but in the meantime, don't use excessive passive verbs simply to avoid using "I" in a science paper.)

  • When the actor is unknown:

    The victim was approached from behind and hit over the head with a salami.

8. Tricky Examples

Punctuality seems important.
  1. subject: the phrase "punctuality"
  2. action: "being" ("seems" is short for "seems to be")
  3. relationship: The subject does nothing at all; the verb "is" functions as an equals sign: "punctuality = important".

This sentence describes a state of being (neither active nor passive).

(If you replace the single word "punctuality" with the phrase "Getting to work on time" or "The sum total of the knowledge of tribes of prehistoric America collected by amateur archeologists during the latter half of the nineteenth century," the grammar of the sentence does not change.)

Remember to brush your teeth.
  1. subject: (You) This is an order; the subject is the person being ordered.
  2. action: "remember" (not "brushing")
  3. relationship: The subject is supposed to do the remembering. Whether the subject actually obeys the command is irrelevant to the grammar of the sentence.

This sentence gives an order. Active.

(It may be grammatically possible to give an order with a passive verb, such as a Shakespearean curse like "Be damned!" But most commands you encounter will be active.)

ACQUISITION OF CAPITAL

04.14 Edit This 0 Comments »

A corporation needs capital in order to start up, operate, and expands its business. The process of acquiring this capital is known as financing. A corporation uses two basic types of financing and debt financing. Equity financing refers to funds that are invested by owners of the corporation. Debt financing, on the other hand, refers to funds that borrowed from sources outside the corporation.
Equity financing (obtaining owners funds) can be exemplified by the sale of corporate stock. In this type of transaction, the corporation sells units of ownership known as share of stock. Each share entitles the purchaser to a certain amount of ownership. For example, if someone buys 100 shares of stock from Ford Motor Company, that person has purchased 100 shares worth of Ford’s resources, materials, plants, production, and profits. The person who purchases shares of stock is known as a stockholder or shareholder.

All corporations, regardless of their size, receive their starting capital from issuing and selling shares of stock. The initial sales involve some risk on the part of the buyers because the corporation has no record of performance. If the corporation is successful, the stockholder may profit through increased valuation of the shares of stock, as well as by receiving dividends. Dividends are proportional amounts of profit usually paid quarterly to stockholders. However, if the corporation is not successful, the stockholder may take a severe loss on the initial stock investment.
Often equity financing does not provide the corporation with enough capital and it must turn to debt financing, or borrowing funds. One example of debt financing is the sale of corporate bonds. In this type of agreement, the corporation borrows money from an investor in return for a bond. The bond has a maturity date, a deadline when the corporation must repay all of the money it has borrowed. The corporation must also make periodic interest payments to the bondholder during the time the money is borrowed. If these obligations are not met, the corporation can be forced to sell its assets in order to make payments to the bondholders.
All businesses need financial support. Equity financing (as in the sale of stock) and debt financing (as in the sale of bonds) provide important means by which a corporation may obtain its capital.

Terjemahan :

PENGUASAAN MODAL
Sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya. Proses penguasaan modal ini dikenal sebagai perolehan dana. Perusahaan menggunakan 2 tipe dasar perolehan dana : perolehan dari dana sendiri dan perolehan dana dari berhutang. Perolehan dari dana sendiri maksudnya dana diinvestasikan oleh pmilik perusahaan. Perolehan dana dari berhutang, sebaliknya, maksudnya dana pinjaman dari sumber diluar perusahaan.
Perolehan dari dana sendiri (perolehan dana dari pemilik) dapat diberikan contoh dengan menjual saham perusahaan. Pada jenis ini, perusahaan menjual unit-unit kepemilikan yang disebut saham. Setiap bagian memberi hak kepada pemilik untuk sejumlah tertentu kepemilikan. Sebagai contoh, jika seseorang membeli 100 bagian saham dari ford motor company bahwa seseorang membeli 100 bagian nilai kekayaan ford, lahan, pabrik, produksi dan keuntungan. Seseorang yang membeli saham disebut sebagi pemegang saham.
Semua perusahaan, tidak pandang besar kecilnya, menerima modal awal mereka dari pengeluaran dan penjualan saham. Penjualan permulaan melibatkan beberapa resiko bagian dari pembeli karena perusahaan tidak mempunyai catatan kinerja. Jika perusahaan sukses, pemegang saham dapat memperoleh keuntungan yang proporsional, biasanya dibayar 3 bulan kepada pemegang saham. Bagaimanapun, jika perusahaan tidak sukses, pemegang saham dapat mengalami kerugian besar dari penerima investasi.
Seringkali perolehan dari dana sendiri tidak disediakan perusahaan dengan cukup modal dan perusahaan harus beralih ke perolehan dana dari berhutang, atau meminjam dana. Satu contoh dari perolehan dana dari berhutang adalah menjual saham surat tanda berhutang, ini adalah jenis perjanjian, perusahaan meminjam uang dari seorang investor sebagai pengganti sebuah surat tanda berhutang mempunyai tanggal jatuh tempo, batas akhir ketika perusahaan harus membayar kembali semua uang yang dipinjam. Perusahaan harus juga melakukan pembayaran bunga berkala ke pemegang surat tanda berhutang selama waktu uang itu di pinjam. Jika kewajiban ini tidak terpenuhi, perusahaan dapat dipaksa untuk menjual asset untuk membayar kepada pemegang surat tanda berhutang.
Semua usaha membutuhkan dukungan dana. Perolehan dari dana sendiri (seperti menjual saham) dan perolehan dana dari berhutang (seperti menjual surat tanda berhutang) memberikan jalan yang penting dengan mana sebuah perusahaan mungkin mendapatkan modal itu.



sumber: http://stillnewbie.wordpress.com/2010/01/01/bahasa-inggris-bisnis-4/

Conditional Sentence

21.32 Edit This 0 Comments »

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.

Conditional Sentence Type 1

→ It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.

Form: if + Simple Present, will-Future

Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.

more on Conditional Sentences Type I

Conditional Sentence Type 2

→ It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.

Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)

Example: If I found her address, I would send her an invitation.

more on Conditional Sentences Type II

Conditional Sentence Type 3

→ It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.

Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)

Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.

Winner VS Loooooooser!!!

06.00 Edit This 0 Comments »
The Winner says,”It may be difficult but it is possible”
The Loser says ,”It may be possible but it is too difficult”

When a Winner make a mistake, he says ,”I was wrong”
When a Loser make a mistake, he says ,”It wasn’t my fault”


The Winner is always part of the answer
The Loser is always part of the problem


Winner chooses what they say
Loser say what they chooses


The Winner sees an answer for every problem
The Loser sees a problem for every answer


Winner sees the gain
Loser sees the pain


The Winner says ,”Let me do it for you”
The Loser says ,”That’s not my job”


Winners believe in win win
Loser believe win for them and someone has to lose


A winner makes commitments
A Loser makes promises


Winner sees the potential
Loser sees the past


Winner makes it happen
Loser wait it happen


A winner creates vision
A Loser creates imagination


A winner says “I am doing it”
A Loser says “I’ll do it”



Which are you ???

Nilai Sebuah Kesuksesan

07.55 Edit This 0 Comments »

Di sebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis. "Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?" Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya.

"Hayoo, siapa yang mau uang ini?" Semua anak berebutan mengacungkan tangannya. Uang senilai itu bagi mereka sangat besar.

Tiba-tiba, sang guru melipat-lipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, ”Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Walaupun merasa heran dengan kelakuan gurunya, murid-murid tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak ”Saya..saya..saya..” Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu.

Melihat antusiasme muridnya, sang guru kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan dan kotor. Mendapati gurunya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian murid melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang guru menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Guru pun kembali bertanya, ”Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?”

Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu guru, masih banyak murid yang antusias mendapatkan uang tersebut. ”Aku guru..aku..”
”Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal dan bau?”
”Jelek itu kan hanya bentuknya saja guru. Tetapi saja uang itu nilainya seratus ribu,” jawab murid-murid yang tetap antusias meminta gurunya memberikan uang itu.

Sang guru pun kemudian berujar, ”Kalian benar. Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya. Nah, jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan. Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak. Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri, dengan keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti kalian dapatkan.”

5 Tips Sukses Berbisnis

07.45 Edit This 0 Comments »

Setiap pengusaha pasti menginginkan bisnisnya sukses tanpa ada hambatan, pruduknya laku dan terkenal oleh semua orang, berikut tips sukses untuk berbisnis!

5 Tips Sukses Berbisnis

Setiap pengusaha pasti menginginkan bisnisnya sukses tanpa ada hambatan, pruduknya laku dan terkenal oleh semua orang, berikut tips sukses untuk berbisnis :



1. Kerja keras dan keberanian
Merupakan prinsip dasar yang harus dimiliki karena dengan prinsip
inilah pengusaha tidak ada kata lelah dan menyerah, apabila produk yang dia pasarkan belum laku dipasaran mereka mencari cara lain tanpa ada kata menyerah.


2. Jeli melihat pasar
Agar produksi kita dilirik dan dikenal pembeli sebaiknya pengusaha menghadirkan atau membuat produk baru yang belum ada dipasaran, kita harus jeli melihat kebutuhan pembeli.


3. Optimis
Setiap pengusaha harus mempunyai jiwa optimis, pengusaha harus yakin dan percaya bahwa produknya laku dan dikenal pembeli, sehingga dapat memberi semangat untuk perkembangan bisnisnya.


4. Promosi
Agar produk yang kita pasarkan dikenal oleh pembeli kita harus melakukan banyak promosi, banyak cara promosi yang dapat kita lakukan melalui surat kabar, majalah, brosur-brosur, poster, spanduk, radio, televisi, internet dan lain-lain.


5. Rajinlah berdoa
setelah kita kerja keras, menciptakan produk, optimis dan promosi, bukan itu saja kita harus rajin berdoa, keberuntungan sangat penting agar sebuah usaha sukses.

Disponsori Oleh

IGB RAI UTAMA, SE, MA


SUMBER :
http://www.connecti.biz/library_articles.php?artikel_id=1974&kategori_id=50

Manajemen Pelanggan Ala Kedai Kopi STARBUCKS!

07.31 Edit This 0 Comments »

Suntuk??? Anak muda jaman sekarang tak sedikit yang menghapus kesuntukan dengan cara nongkrong.. Tahu tempat nongkrong terkenal ala kedai kopi yang bisa bikin orang-orang betah dan lupa sama waktu.. Yupp,, ini dia STARBUCKS!


Bagaimana Howard Schultz (Paman Howie) melakukan manajemen pelanggannya? Dan bagaimana konsep yang digunakan sehingga bisa membuat Starbucks berbeda dengan kedai kopi lainnya?

Manajemen Pelanggan di Kedai Kopinya Paman Howie

Ketika didesain sejak awal oleh , Starbucks memang sudah mengacu pada konsep komunitisasi. Dikatakan oleh orang-orang sebagai “tempat ketiga” untuk kita menikmati kopi setelah rumah dan kantor, Starbucks melihat dirinya sebagai tempat bersosialisasi di luar kehidupan keluarga dan juga kehidupan professional.

Di celah antara dua dunia inilah terletak komunitas sosial. Komunitas yang biasanya terbentuk atas identitas yang kolektif (contohnya dalam hal ini adalah kalangan professional), kesamaan minat (suka kopi atau sekedar ‘nongkrong’), kesamaan aspirasi dan tujuan (memiliki jiwa sosial untuk kehidupan masa depan yang lebih baik).

Sehingga kedai kopinya Paman Howie ini sadar betul bahwa pelanggan mereka datang tidak saja untuk mendapatkan produk yang dijual, tapi juga untuk menghabiskan waktu bersama komunitasnya. Sehingga sangat penting bagi mereka menciptakan “The Starbucks Experience” secara menyeluruh. Mulai dari sapaan saat memasuki ruangan dan mencium aroma kopi, hingga ambience yang mendukung saat pelanggan bersantai dan hang out bersama teman.

Perkembangan perusahaan ini dari hanya beberapa outlet saat Howard Schultz mengambil alih perusahaan ini tahun 1987, menjadi lebih dari 60 ribu outlet tahun 2003, menunjukkan Starbucks cukup jeli dalam menangkap dan memenuhi kebutuhan komunitas yang sudah ada ini, atau bisa disebut “by default”.

Dengan banyaknya pelanggan dari semua kedainya, Starbucks lalu menyadari bahwa para pembeli loyal ini dapat dirangkul dalam suatu wadan dan dibentuk sebagai suatu komunitas. Dengan membentuk komunitas penggemar Starbucks melalui berbagai online social media, perusahaan ini berhasil membentuk sebuah komunitas baru yang dibentuk oleh perusahaan, yang kami sebut sebagai “by design”. Kini, account Twitter mereka memiliki sekitar 500 ribu pengikut dan fan page Starbucks di Facebook memiliki lebih dari 5 juta anggota.

Dengan berhasilnya terbentuk komunitas “by default” dan “by design” ini terlihat bahwa Starbucks berhasil melakukan confirmation terhadap komunitas dengan menawarkan sesuatu yang benar-benar relevan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tapi Starbucks juga sadar bahwa axiety and desire pelanggannya tidak sekedar terbatas pada apa yang terjadi dalam kedai kopi mereka. Akan tetapi mencakup keseluruhan hal yang mempengaruhi lingkungan sosial mereka. Oleh sebab itu, Starbucks merasa bahwa mereka juga perlu terus menunjukkan klarifikasi positioning Starbucks melalui berbagai inisiatif yang menganggapi isu-isu penting dunia, seperti sustainability, social responsibility, dan fair trade.

Sehingga komitmen pada aktivisme sosial dan lingkungan adalah salah satu bagian inti dari brand Starbucks. Dari berbagai program social responsibility yang diluncurkannya, salah satu yang paling menarik adalah “Starbucks Earthwatch Contest”. Dalam kontes ini, Starbucks meminta para pelanggannya untuk menulis essay tentang ”How would you change the world”. Hadiah bagi pemenangnya bukan berupa barang ataupun uang, tapi mendapatkan kesempatan untuk mengikuti suatu ekspedisi ke Costa Rica untuk bekerja sama dengan suatu koperasi petani kopi di sana dan membantu mendorong diimplementasikannya prinsip prinsip pertanian yang lebih sustainable.

Sumber : kompas.com

 

Made by Lena